So I (it's we actually; by we I mean me and my boyfriend) receiving quite lots of comments about our relationships. We've got many people asking the secrets of relationships that seems so full of love, and sweet and warm and *okay, stop*.
I'm not really sure if you are going to read the letter from my boyfriend (For it's 14 pages long, telling story since the very first)
Ahem ,untuk
pembaca yang terhormat,sebelum membaca tulisan saya ini, perlu anda ketahui
bahwa,, kesamaan nama,lokasi dan hal2 lainnya,, memang disengaja. :”) karena
saya merasa bahwa yang akan saya sampaikan berikut ini,memang benar adanya :D.
#tariknapasdalam2..
#hembuskan
3,2,1,mulai!
Ahem :”>,,
4 tahun lalu…
magrib liwat dikit kalo ga salah,, ada sebuah mobil merapat di tepian panic
distro -tempat dimana saya memulai karir dibidang konveksi :”> - , dan, turunlah 3 orang mahluk dari mobil,,
dengan berpakaian serba putih! Yah, seragam putih2, dan bukan jubah. Sehingga
saya tidak perlu mengunci pintu distro dan kabur ke belakang. Terus, masuklah 3
mahluk ini. Sebagai penjaga kedai, saya wajib melayani dan memperhatikan tiap
konsumen yang datang. Sekali lagi,,melayani dan… memperhatikan!!. nahh,disaat
melaksanakan kewajiban yang kedua, perhatian saya terpusat ke salah satu dari 3
orang itu. Ia seorang wanita berambut pendek, yang wujud dan perangainya sangat
menggugah saya untuk lebih memperhatikan konsumen :D . Rasa-rasanya ingin melihat nya dengan kaca
pembesar dan bergumam : “mahluk apa ini??!!”. Selama dia di distro,, selama
itulah saya memperhatikannya. Dan saat mereka cabut,, temennya sempat bertanya
apakah gitar saya dijual apa tidak ,, heheh,, pertanyaan yang percuma bung. Namun
saya akan menyanggupinya jika dia meninggalkan temennya disitu :D .
Sepeninggal
mereka, yang tinggal hanya rasa penasaran,, dan saya yakin, lebih dari rasa
penasaran yang susana rasakan saat ia telah menjadi setan di film horornya.
Berangkat dari rasa penasaran itu, akhirnya saya memanfaatkan fasilitas distro
untuk mendapatkan nomor hp itu anak. Dan saya mendapatkannya. Dia memberikan no
hp nya pada temen saya di kunjungan keduanya. Sedikit penyesalan saat
mengetahui dia datang bukan pada saat shift jaga saya. Tapi sepertinya kalo dia
datang pada saat saya menjaga distro pun, saya kira saya juga takkan berani
berkata apa-apa, apalagi memintanya menuliskan no hp :D . Tapi ternyata, yang
dia catet di buku pelanggan itu adalah nomer hp temennya,, tapi dengan berbagai
cara saya akhirnya benar2 mendapatkan nomer hp nya, dan sekaligus mengetahui
namanya. Dan nama mahkul itu adalah POE, Hehe. Seneng :”> . dan perkenalan
pun dimulai melalui sms. Smsan pun berlangsung
beberapa waktu. Dan ia pun melakukan kunjungan ke-3 nya. Di kunjungan itu, saya
ingat saat ia mencocokkan baju dengan cara menempelkan baju itu di tubuh
temennya. Karena 1 hal, tidak banyak terjadi percakapan disana. Kemudian sang konsumen pun berlalu
meninggalkan distro dengan menggunakan motor supra. Saat itu juga lah, ingin
sekali mengganti cap “LUNAS” itu menjadi cap bertuliskan “TOLOL” dan mencapnya
di kening saya pada saat itu. Karena
menyia-nyiakan sebuah moment untuk bisa ngobrol langsung dengannya. Kemudian
smsan pun kembali berlanjut tetap dengan pembicaraan yang sangat datar. Sepertinya
penyebabnya memang ada di saya. Karena pada dasarnya saya mempunyai masalah
berbicara pada orang, terutama, wanita. Karena kebuntuan dan tak tau lagi harus
gimana agar dapat menembus pertahanannya #halah, saya memutuskan untuk
menghentikan aktivitas smsan itu.
Setelah itu
kami tidak pernah lagi melakukan kontak untuk beberapa waktu. Sepertinya untuk
waktu yg agak lama. Sampai pada suatu saat kami bertemu melalui friendster. Hati
ini teramat bahagia menemukannya disitu :D. Tapi, lagi-lagi pembicaraan yang
standard, tanpa ada keberanian sedikitpun untuk membuat sebuah terobosan baru .
Begghhh ,, terbuat dari apa malu saya ini ?!
tapi itu sedikit banyak adalah karena pengaruh saya sering membaca post
bulletinnya. Saya merasa bahwa ia adalah seorang gadis yang berbeda,, ia gadis
yang sangat menggunakan logika. Sangat berbeda dari wanita2 lain,, yang
mengandalkan perasaan, dan merasa dirinya seperti tokoh utama sinetron-sinetron
sctv. Dan itu semakin menguatkan keyakinan saya,, bahwa akan sangat susah untuk
bisa melakukan pendekatan dengannya.
Kemudian kami
bertemu lagi melalui fasilitas dari dunia maya yang lain, yakni yahoo
messenger. Nahh, dimulai pada saat itulah mulai ada kemajuan dalam mengenal
sosok nya. Sepertinya baru melalui YM lah saya mulai berani berbicara banyak
dengannya. Saya dapat mengetahui selera
musiknya, yang ternyata teramat sangat sesuai dengan selera saya. Ternyata
dengannya juga, saya bisa bercanda dengan sangat lepas. Tanpa beban. Sebelumnya
jika saya chat dengan temen-temen yang wanita, dari yang kenal udah lama sampe
yang baru kenal,i yang terjadi adalah pembicaraan yang sangat membosankan,
candaan-candaan garing yang selalu membuat
saya berkeinginan pindah tab, dan selera musik yang… saya yakin pembaca bisa
menebak dengan baik. Saya sudah cukup susah berbicara dengan wanita, dan mereka
membuatnya menjadi lebih sulit. Dan, saya selalu berurusan dengan wanita
seperti itu. Sangat disesalkan. *#(*&$%@. Namun tidak demikian halnya
dengan mantan konsumen panic distro ini. Saya sangat menikmati pembicaraan
dengannya. Tapi saya merasa, dia memang seperti itu. chat dengan saya , pasti
sama dengan caranya chat dengan teman-temannya. Saya selalu mempertimbangkan
hal itu mengingat isi dari post bulletinnya, dan gelagatnya saat bertemu saya.
tapi sekali lagi, saat itu saya merasa sangat beruntung memiliki temen chat
sepertinya. Intinya, walaupun dengan berbagai pertimbanganitu, saya tetap
merasa dia yang paling nyambung. Saat-saat chat dengannya adalah beberapa puluh
menit dalam hidup saya yang sangat menyenangkan.
Saya
menemuinya di beberapa kesempatan. Saat itu saya pernah menemuinya di cafe 19,
waktu saya menjadi additional playernya Lemon Tea. Saya melihatnya menjaga stand
yang memajang beberapa gadget. Biasanya
kalo ada pameran semacam itu, saya selalu tertarik melihat-lihat gadget yang
dipajang. Namun saat itu, gadgetnya memang menarik, tapi sang penjaga jauh
lebih membuat saya tertarik dan membuat saya betah berada di pinggiran stand
itu :”> . Begonya, padahal udah sering chat dengannya, tapi masi aja kaya
belom pernah ngobrol. Senang sekali bisa melihat kembali melihat wujudnya
disitu. Pas giliran lemon tea harus main, tetap saja, mata saya tertuju ke
stand sebelah kiri panggung itu. ato mengikuti kemanapun ia beredar. Tapi tetep
aja, sampe event itu berakhir,, tetap bertahan dengan sikap selayaknya idiot.
Dan waktu itu
bertemu di kampus. Saya ingat betapa kaget nya saya saat bertemu dengannya di
kantin. Tapi tetap aja ga bisa ngomong, ga tau apa yang mo diomongin saking
kagetnya. dan kembali melewatkanyya begitu saja. Kemudian pertemuan di
warung bu Juju yang sangat konyol itu.
dengan seragam kaos kerah berwarna merahnya, ia berjalan santai menuju kaleng
kerupuk yang letaknya tak jauh dari tempat duduk saya. luar biasa! Diliatin juga ga bales mandangin
ni orang. Apa harus saya memeluk tuh kaleng??!!, agar anda bisa ngambil kerupuk
sambil ngliat mata saya??!!,, ato kalo saya bener-bener melakukan hal itu anda
juga tetap tak membalas pandangan saiiiaa sepertinya!! Gggrrrrrr……
Dan pertemuan
terjadi beberapa kali di mall. Pernah waktu itu saya menjumpainya sedang
berjalan sendirian di mall. Dan seperti ada bisikan om jin di telinga sebelah
kanan saya : “kesempatan desri!! Kesempataaaaaan!!!mumpung dia sendiri!!!” secepat
kilat saya langsung berandai-andai bisa memanfaatkan keadaan untuk bisa mengitari
mall bersamanya dengan kecepatan 500 meter/jam, minimal 1 putaran dengannya.
Tapi yang terjadi adalah, saya hanya bisa menyapa, dan.. menyapa. Hanya
menyapanyalah kemampuan saya. Memprihatinkan sekali mahluk satu ini. Saya yakin
om jin pun akan meninggalkan saya. Seharusnya tempat saya saat mengunjungi mall
adalah,, tempat pembuangan sampah di samping mall itu. Seharusnya sayalah yang
direkrut Noordin M. Top untuk membawa bom itu.
Memang aneh.
Setiap kali chat,, kami seperti bukan sosok pelaku yang bertemu di beberapa
tempat diatas. Kami lebih seperti 2 orang yang sudah lama kenal yang ga perlu
pake aturan “diem-dieman”. Dan dengan pembicaraan di chat yang seperti itu,
seharusnya saya sudah bisa menemaninya berjalan mengitari mall minimal 2
putaran *ngarep. Walaupun saya tetap pada pemikiran bahwa dia memang seperti
itu ke semua temennya. Tapi setidaknya saya seharusnya bisa lebih dekat
dengannya di dunia nyata. lalu, setiap kali ada pameran IT, saya selalu mencari sebuah stand. Yeah, stand
vision computer. Yang dia jaga saat ada pameran di cafe 19 dulu. Dengan harapan
bisa melihat penampakannya kembali. Tapi ga pernah sama sekali berhasil
nemuinnya. Susah amat nemuin ni anak. Tapi kalo ketemu ga brani ngomong :D:D,,
sombong sekali daku!!
Sepertinya chating
pun menjadi satu-satunya cara kami dapat berkomunikasi dengan sangat baik. Dan
kemudian sempat vakum selama beberapa bulan. Dan seperti biasa, bertemu lagi
didunia maya, kali ini di face book. Akhirnya bisa melihat dia lagi, setelah
lama ga ketemu. “wah, udah gondrong yah,hehe” errr.. kalo ga salah begitulah
kira-kira bunyi comment saya di salah satu koleksi foto di facebooknya dia,
foto yang memperlihatkan aktivitas karaokenya :”>. Beberapa bulan setelah menemuinya di face
book, akhirnya bertemu lagi di ym. Dan kami pun memulai pembicaraan,yeah,pembicaraan
yang selayaknya dilakukan orang yang udah lama ga ketemu. Saat itu mulai membahas kegiatannya
berkaraoke, dan kegiatannya yang lain. Dan obrolan itu diselingi sedikit
informasi yang teramat mengejutkan saya. Emmmm…. Kabarnya dia akan segera
merantau. Begitulah inti dari informasi itu. Tiba-tiba terpikir, kalo selama
ini setiap kali bertemu dengannya di dunia nyata yang terjadi adalah saling
diam, maka kali ini harus belajar bicara selayaknya interaksi yang dilakukan
oleh orang-orang normal. Bener-bener ga pengen nyesal nantinya. Dan saya pun
mendapat tawaran untuk bermain di alila di hari Jumat. Dan saya pun
memberitahukannya tentang hal itu,, dengan tujuan supaya dia datang ke alila,
dan saya bisa mengobrol dengannya. Saya pun tiba di TKP malemnya. Saat sedang
menjalani session pertama,, tiba-tiba
terjadi penampakan 2 orang gadis. Dan ternyata salah satunya adalah poe. Disaat
itu juga saya merasa mesin pompa darah melakukan pekerjaannya dengan kecepatan
tinggi :D. Batas waktu saya untuk membuang rasa malu adalah pukul 21.15, yaitu
saat berakhirnya session 1. Dan akhirnya saat itu pun tiba, saatnya membuat
sebuah revolusi dalam hidup saya. Dengan perasaan sedikit gugup,, mungkin bukan
sedikit,, yang lebih tepat adalah sangat gugup, saya berjalan menuju meja
dimana dia dan temannya bertengger. Untuk kesekian kalinya, mata saya akhirnya
kembali berhadapan dengan matanya. Dengan segala kekuatan alam, elemen air, api
,udara dan bumi, akhirnya saya bisa berbicara dengannya secara langsung ,,
hihiy :D pengen saya robohin panggung itu supaya ga maen lagi dan bisa bicara
lebih lama dengan beliau :”> . Akhirnya, dengan berat hati, saya harus
menjalani session ke-2. Dia pun pulang saat saya masih diatas panggung. cepat
sangat!!!! Grrrr…… :”> tapi pas dipanggung,, capeknya ga kerasa,,
yang kerasa Cuma rasa senang karena udah ketemu dia :”> dan senang karena
udah bisa manfaatin waktu yang ada untuk berbicara dengan dia. Dan rasanya juga
seperti udah berhasil memperbaiki sesuatu, dan sesuatu itu akan bekerja dengan
baik,, entah apalah bahasanya,, susah banget ngungkapinnya,pokoknya lega lahhh
:D , begitulah rasanya :”> .
Dan keesokan
harinya kami bertemu lagi di ym, dan ternyata pembicaraan di ym menggiring kami
untuk bertemu di sebuah ruangan yang dikelilingi peredam dan berisi seperangkat
audio. Yak, saya akan memasuki nav. Sedikit informasi, itu kedua kalinya saya
berkunjung ke nav. Pertama kali saya melakukan kunjungan dikarenakan urusan
pekerjaan. Dan sama sekali ga mo berurusan dengan mic. Selama ini, gitar,bass,keyboard
dan drum sering saya maenin kalo ada waktu luang di studio. Kecuali memegang
dan bersuara didepan microphone, nyanyi di band aja males, apalagi karoke!!!
Tapi oknum yang berhasil membuat saya memasuki room 23 nya nav ini, telah
menorehkan sejarah baru dalam hidup saya. Ini orang bikin saya berani
mengeluarkan suara dihadapan mic. Astaga, saya benar-benar bernyanyi ,,
ck..ck..ck… Saat melangkah ke dalam room
23 itu,, temennya langsung mengulurkan tangan untuk mempersilahkan saya duduk
disebelahnya dia. Rasanya kaya pejabat yang dipersilahkan duduk di kursi VIP :D
Dan pertemuan itu berakhir di escalator,
saya turun sambil memandanginya berjalan kearah kiri, dan berharap akan ada
pertemuan selanjutnya :”> . Rasanya ga percaya akan apa yang udah saya
kerjakan, yaitu bernyanyi. Tapi,yeah,kalo ga karena dia, saya tidak akan
melakukan itu :”> .Dan malamnya kembali kami bertemu lewat chat, intensitas
chat mulai meningkat. Dan dia memberi saya PR untuk mempelajari beberapa lagu.
Dengan usaha keras, ga tau bagus apa ngga:D, tapi pada akhirnya saya berani
menyanyikan lagu-lagu itu. Dan suatu hari, kami mematahkan rekor chat terlama
yang pernah kami buat, dan chat pada hari itu berdurasi kurang lebih 13 jam!!!
Bravo!! yaitu dari siang bolong sampe tengah malem. Dari ngobrol, mencoba menu
activities di YM,maen bilyard, nyobain games yang ga jelas, sampe akhirnya
menggambar :D ,, gambar itu,, sungguh sangat jelek,, tapi dilakukan dengan
sentuhan-sentuhan manis dan dilakukan dengan sepenuh hati #halah :”>.
Setelah
mengalami beberapa peristiwa diatas, saya pun mengungkapannya dalam bentuk
sebuah tulisan pendek, yang kemudian hilang gara-gara nginstal ulang laptop
ini. Tapi untungnya saya masih bisa mengingatnya :”> beginilah kira-kira
bunyinya ,, ahem :”> :
Stay close
Okey, kalo memang dengan jarak sedekat ini untuk bisa dekat dengan nya,dan
tidak bisa untuk bisa lebih dekat lagi, berarti cukup dengan jarak seperti ini.
Dan mohon tetaplah disitu,, jangan menjauh. Tetaplah dengan jarak seperti ini.
Dan saya tak akan berani untuk lebih mendekat, karena bisa saja ia menjauh dan merusak semuanya. Merusak sesuatu yang telah
didapat dengan melalui proses cukup lama, yang saya anggap teramat sangat
berharga. Tetaplah dengan jarak seperti
ini, jarak yang paling memungkinkan untuk tetap bisa membuatnya masuk ke hidup
saya. tetaplah disitu, dan saya mohon, jangan menjauh.
---abis----
Sekian dan silahkan muntah :”>.
Tapi itu lah yang benar-benar saya rasakan saat itu. sangat pendek dan sangat memualkan memang
:”> #masukinemberkekepala :”>
Poe juga pernah menyarankan saya untuk
ngeblog. Akhirnya saya mencoba mengikutu sarannya untuk membuat sebuah blog.
Setelah beberapa lama,blog pun jadi. Di postingan pertama saya, pada awalnya
saya menceritakan tentang persiapan untuk mengikuti BHRF. Dan dibawahnya saya
menuliskan juga mengenai sebuah virus yang sedang menyerang sistim saraf otak
saya. sebenarnya bagian kedua postingan itu memang saya tujukan untuk dia. Dan
berharap dia ngerti apa yang saya maksud. Dan dia pasti ngerti kok, karena dia
memang pinter :D. itu salah satu cara saya menyampaikan ke dia, bahwa saya
telah memasuki sebuah fase dalam berhubungan dengan dia :”>
Dan sebuah
peristiwa yang tak pernah terbayangkan pun terjadi (Sejujurnya, terbayangkan,
tapi bener-bener ga brani ngarep kalo
bakal terjadi :D), yaitu nonton di 21!!!
Waktu itu rencananya akan nonton film 2012. Waktu itu pun akhirnya tiba.
Kami menyaksikan film itu. film yang ceritanya cukupp tidak menarik, tetapi diselamatkan oleh efek
3D yang teramat keren. Dan selama menonton itu, posisi tubuh kami cukup deket,
dan saya sangat segan untuk lebih mendekat lagi. karena saya ga mo kepedean
yang nantinya bisa bikin dia ilfil. Saya takkan memaafkan diri saya kalo itu
beneran kejadian,, bahkan waktu lebaran pun saya tetap takkan bisa memaafkan
diri ini.
Kembali
bertemu lagi di ym. sepertinya saya telah menambah daftar kebutuhan primer di
hidup saya. ini dia revisi dari list kebutuhan pokok saya :
makanan,pakaian,tempat tinggal, gitar dan.. yahoo messenger :”> dan
pembicaraan kali ini menggiring kami untuk melaukan sesuatu hal yang bener-bener
belum terbayangkan,, yang ini benar-benar belum terbayangkan sama sekali
sebelumnya!!! Saya dan dia akan melakukan petualangan dimalam hari!! wwasekkk :D . ini gila,kami berdua sepakat
menjalankan rencana itu. terus terang
saya tak pernah mengendus-endus akan adanya sebuah petualangan saat pertama
kali ia memasuki panic distro. Sambil ngitung mundur menjelang hari itu,, saya
selalu membayangkan apa yang akan terjadi kelak. Malam itu pun akhirnya tiba.
Saya menjemputnya saat tengah malam di rumah temennya dan petualangan itupun dimulai, dengan rute
perjalanan yang agak kurang jelas arahnya mo kmana,, :D tapi ga perduli arahnya
mo kmana kek, yang penting dia tetap berada di atas jok motor saya :”> . Dan
diperjalanan pulang kami berhenti dan mencegat mamang penjual keripik dan
membeli keripik ubi goreng dicampur keripik balado gadungan. Setelah itu kami
melanjutkan perjalanan. Dan tiba-tiba ada sedikit gangguan, mata saya
sepertinya tidak sanggup mengikuti otak dan hati saya. Jadi kami singgah di sebuah bengkel,bengkel
dengan bangku panjang yang agak tidak nyaman untuk numpang tidur. Saya pun
tertidur di samping nya. Dan berusaha secepat mungkin untuk memulihkan mata,
karena sama dengan membuang waktu :D. Setelah terbangun dari istirahat expres
itu, kami akhirnya mencapai garis finish yang telah ditentukan sebelumnya :
Rumah adat. Akhirnya tiba di tempat itu. Itu pertama kalinya saya mengunjungi
rumah itu. tempatnya sangat tenang. Dan saya masih merasa belum percaya bahwa
saya telah melalui sebuah malam dengan mengelilingi kota ini bersamanya, mantan
konsumen panic distro. Tapi itulah yang udah saya lakukan. Disitu kami kembali
mengistirahatkan tubuh, berfoto, dari Cuma foto sepatu, sampe tampak seluruh
badan. Disitu juga terjadi sebuah peristiwa, dimana saat permukaan tubuh kami
sepertinya semakin merapat, dan…. ga tau
dianya :D, tapi saya (jujur!!!) ingin sekali memeluknya :”> tapi seketika
bahasa tubuhnya dia mengisyaratkan untuk menghentikannya, dan saya mengerti
itu, dan sedikit merasa tidak nyaman, tapi sukurlah dia ga nempeleng pipi saya
:”>. Kemudian kami lanjut berfotoria di lokasi itu.
Misi itu pun
selesai. Dan dari petualangan itu saya akhirnya menarik kesimpulan. Ternyata
anggapan-anggapan kalo dia emang anaknya begitu,, itu memang kebiasaannya,, dia
itu… pokoknya begitulahhh,, ternyata tidak terbukti. Saya mendapatkan
jawabannya, komplit. Seperti mendapat sebuah kunci jawaban di belakang buku
soal :D.
Beberapa hari
kemudian, kami pun menonton film “new moon” di 21. Film pun dimulai. Untuk beberapa
menit pertama saya masih duduk tegap seperti bintara sedang menyantap makan
siang di meja makan. semakin lama film berjalan, sepertinya saya mengalami
vertigo, alias kehilangann keseimbangan. Sistem saraf saya agak kacau, dan
membuat posisi tubuh saya miring kekiri. Susah untuk kembali tegak seperti
sedia kala :”>. Ternyata dia pun mengalami vertigo, hanya saja condong ke
kanan, alhasil?? Yeah :D tubuh kami membentuk sudut sekitar sekitar 25o.
dan tangan saya pun sangat dekat dengan. Kalo digeser sedikit lagi maka akan
bersentuhan. Jadi? Ya saya geser saja :D. dan akhirnya saya memegang
tangannya:”>. Saat itu rasanya pengen
jadi orang ke-5 yang terjun dari tebing menyusul berhasil terlalu menyita
perhatian kami. Seakan-akan kami sedang menyaksikan film air terjun pengantin
ato ranjang berdarah dan sepupu-sepupunya.
Kegiatan melihat
segerombolan vampir pun usai, dan saya pun pulang mengendarai motor dengan
tenang, bahagia, penuh sukacita. YM pun menjadi konsumsi wajib. Karoke juga sesekali
kami lakukan. Dia selalu merequest lagu-lagu yang tidak pernah saya nyanyikan sebelumnya
-hampir semua lagu memang tidak pernah saya nyanyikan kecuali Indonesia Raya
dan lagu lain dari kompilasi lagu wajib Negara yang subur nan kurang makmur ini-,
kemudian makan siang di jawi ria, sambil menghabiskan stock tisu, ngobrol, mendoakan
hujan dateng, ngeliatin mukanya, ngeliatin matanya… untuk yang terakhir
itu,saya lakukan karena saya sangat menyukai matanya :”> ga bosenin
ngeliatnya. Saya sangat menyukai mata anda nona :”> #tembakpakewatercanon . Ga ada perasaan lain selain senang kalo deket
dia. Sederetan aktivitas yang
merealisasikan apa yang pernah saya cita-citakan beberapa tahun lalu :”>.
Impian seorang penjaga toko pakaian :D. dan baru bisa tercapai pada saat itu.
Nahh, kemudian
kami pun merencanakan sebuah pertemuan di rumah adat itu lagi. dan kami pun
bertemu di suatu sore. beberapa waktu kami lewati didalam mobilnya. Serasa
artist, segerombolan anak-anak mengerumuni kaca mobil. Kemudian kami pun keluar
mobil. Hari semakin gelap. Kami tetap berada diluar mobil, sambil duduk,
melakukan wawancara dengan anak-anak itu mengenai kehidupan mereka. Dan saya
sangan menikmati suasana itu. sungguh sangat tentram. Tentram karena ada dia,
dan tempat itu sangat tenang. Tiba-tiba terdengar sebuah bunyi dari rumah
kosong itu, dan dia mencengkeram lengan saya saat mendengarnya. Agak horor si, tapi
rupanya bunyi itu karena lemparan batu dari salah satu anak dari gerombolan
itu. seandainya saja dia terus menerus melakukan lemparan itu hingga dia pun
semakin mendekap #halah :D.
Big event
berikutnya terjadi pada tanggal 26 desember , dimalam harinya. Kami memutuskan
untuk kembali bertualang membelah malam. Kali ini dengan menggunakan sistem
keberangkatan yang berbeda, saya menjemputnya di parkiran megamall. Dia memarkirkan kendaraannya disitu supaya
lebih aman. Saya menunggunya di tengah malam dibawah pohon (kaya cerita-cerita
tempo dulu ya :D), menunggunya keluar dari mall. Perjalan jilid 2 kembali
dimulai… perlahan kami melewati jembatan dan kembali melewati jembatan lagi dan
akhirnya tiba di siantan. Sepertinya saya mulai menyukai kota ini :D. saat itu
saya kelaparan, ngidam martabak isi coklat. Saya pun mengajaknya berputar-putar
mencari martabak, dan akhirnya terdampar di sebuah gerobak tak berdosa yang
menyediakan martabak manis. Dan saya memarkirkan motor di depan ruko tempat
praktek seorang dokter ditengah malam, duduk bersebelahan dengannya diatas
motor ditengah malam, sambil makan martabak coklat ditengah malam, dan
berbicara dengannya ditengah malam, dikota yang masih agak asing di tengah
malam :D.yak, saya kembali melakukan sesuatu bersamanya di tengah malam, di
waktu yang biasanya saya gunakan untuk tidur, atau bercengkerama dengan
teman-teman di warung kopi, atau… chatting, tapi kali ini saya benar-benar
bersamanya, sekali lagi, ditengah malam. Sangat menyenangkan. Perjalanan
dilanjutkan. Dan , Sesekali saya (maaf) mencium tangannya :”>, saya sangat
menyukai aroma tangannya :”> yeah, sangat harum. Dan, yang pasti, saya
melakukan itu karena saya memang sangat ingin menciumi tangannya, sebagai cara
menunjukkan sesuatu tanpa harus mengatakannya :”> ternyata aromanya juga
bikin adiktif nih anak :D . Kami menyusuri jalanan ke arah kota. Tiba-tiba
hujan turun. Sangat lebat. Dan kami pun berteduh di teras sebuah bengkel. Hujan
yang lumayan lama redanya. Hujan pun reda, kami melanjutkan perjalanan menuju
kota. Sebenernya saya ingin mencari segelas kopi guna mempertahankan mata ini,
yang mulai menunjukkan tanda-tanda kurang bekerjasama. Tapi udah pada tutup,
ada beberapoa si yang buka, hanya saja sepertinya tidak memenuhi kriteria untuk
kami singgahi J). Dan setelah memilih-milih tempat, akhirnya kami memutuskan untuk
singgah di sebuah warung di tepian Jl. Adisucipto. Akhirnya saya menemukan kopi
disitu dan memakan bubur gadungan. Bubur yang tidak terlalu jelas bentuknya,
sangat pucat. Keanehan dari bubur itu membuat saya tidak sanggup untuk
menghabsikannya. Dan dia meminum segelas teh hangat. Sepertinya saya terlambat
mengantisipasi kantuk pada waktu itu, akhirnya saya terpaksa numpang tidur di
meja itu. saya tertidur disampingnya, dengan gaya tidur seperti saat tidur di
meja sekolahan :D. Tapi dengan penuh pertimbangan, saya berusaha bangun secepat
mungkin. Karena tidak ingin terlalu banyak membuang waktu. Kemudian kami
kembali berputar-putar dijalan, sambil menunggu waktu yang tepat untuk singgah
di rumah adat itu. dan sepertinya waktu sudah cukup memungkinkan untuk memasuki
lokasi. Kami pun memasuki lokasi. Tidak
ada siapapun disana, karena kami mengunjunginya bukan pada waktu dimana
orang-orang biasanya mengunjungi tempat itu. yaitu subuh. Hanya 2 orang aneh
ini yang melakukannya. Dan kami kembali mulai berfoto, kembali mengambil foto
dari 2 pasang converse, yang satu usang dan satu terawat J). Kemudian kami duduk diatas meja (entah meja ato bangku, ga jelas
si) yang terbuat dari semen. Disitu kami ngobrol sambil mengayun-ayunkan kaki
:D dan yang terjadi ternyata, *DELETED* :b .
setelah
beberapa detik yang menegangkan dalam hidup saya itu terjadi, kami sedikit seperti
orang kebingungan, bingung untuk mengatakan sesuatu. Dan dia pun menanyakan
pada saya “bagaimana cara mengembalikan CO2 ke udara?” yeah, saya saat itu juga
tidak tau bagaimana caranya :)) ) dan disaat itu terjadi, yang saya
rasakan seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi kali inI tetap dengan bahasa
tubuh :”>. Seperti menceritakan kembali, apa yang saya rasakan dari pertama
kali , terus saat berusaha mencari-carinya, dan mulut yang kaku waktu
berhadapan langsung dengannya, dan itu semua terungkap lewat peristiwa beberapa
detik di atas meja semen dibawah dikolong rumah itu. Waktu juga menunjukkan
tanda-tanda bahwa kami harus segera cabut. Rasanya ingin sekali membuang jam
tangan saya pada waktu itu. Dan saya pun pulang dengan masih merasa sedikit
tidak percaya dengan apa yang kejadian barusan. :D.
Hokeh, kalo di
permainan the sims, seperti ada sebuah indikator yang terus beranjak naik. Dan
itulah yang saya alami. Kami tetap melakukan kegiatan-kegiatan seperti biasa.
Mencoba memanfaatkan waktu supaya bisa ketemu dengan dia, yaitu di saat jam
makan siang yang berakhir menjelang sore. Dia sering membicarakan Avatar,
sebuah film yang konon menjadi pembicaraan dimana-mana, salah satunya di
twitter. Untuk
mengetahui beneran keren apa ngga. Akhirnya untuk ke 3 kalinya, kami kembali
memasuki salah satu studio di lantai teratas di megamal itu. duduk di bangku
teratas, deretan kanan studio. Saya duduk disampingnya. Ternyata film itu
teramat sangat bagus. Dan semakin terasa menyenangkan, karena disebelah saya
ada beliau. Dan kali ini, sudut itu terbentuk sejak menit-menit awal. Sesekali
dia melakukan tindakan-tindakan sapaan yang menjadi ciri khasnya. Menjambak,
menggigit. Saya anggap itu sebuah ungkapan J) dan sesekali saya berusaha melakukan kagiatan untuk mengingat
kembali aroma kulit tangannya dia dihidung saya (bukan alasan yang tepat desri J) !!! ), yak , seperti apa yang diungkapkan oleh narator di film
dokumenter : itu adalah cara si penjantan mengungkapkan “sesuatu” :”> .
Dan menjelang
tahun baru, kami berencana melakukan sesuatu yang cukup gila (pada waktu itu).
kami akan berwisata menuju Jungkat beach. Dan demi mendapatkan suasana yang
tenang, saya memutuskan untuk membolos
untuk hari itu saja, dengan cara izin sakit. saya memarkirkan kendaraan di mega
mall, dan sekitar jam 10an dia menjemput saya di depan mal. Kami pun langsung
menuju jungkat. Entah apa yang kami pikirkan pada saat itu. Dan poe memang
belum pernah mengendarai mobil untuk jarak sejauh itu. tapi alam berkonspirasi
untuk membuatnya melakukannya, dan membuat saya membolos dari kantor :D.
setibanya disana, perkiraan kami memang tepat. Tempat itu tenang, sunyi, terang
benderang dan sangat panas :D. Kami pun memarkirkan mobil di balik pagar tembok
di tepian pantai. Beberapa jam diisi dengan bercerita, muter-muter sekitar
situ, ke wc, berfoto, kembali bercerita, sangat menyenangkan. Walaupun tempat
nya segersang itu, tapi sangat menyenangkan. Dan dan saat siang menjelang sore,
kami pun melewatkan waktu di dalam mobil.
Dan setelah kejadian “sampan yang
kembali merapat” tadi (hina sekali bahasa saya [-( ), terungkaplah beberapa fakta mengejutkan. di
sana saya membuat pengakuan, tentang apa yang terjadi pada saat itu. malu
sekali saya saat mengakuinya J) tapi yang membuat saya ingin
menggigit tembok pembatas laut itu adalah, saat mengetahui bahwa yang
sebener-benernya terjadi adalah, selama ini saya tidak sendiri. Dimulai dari
pertama kali menyaksikan kedatangannya di panic sebagai konsumen, saya sudah
menceritakannya diatas tentang apa yang dialami otak dan hati saya :”> .
Ternyata #menghelanafas, dia juga
merasakan hal yang serupa. *(#&)(@#^%$!(
kenapa baru terungkap pada waktu itu ??!!?! [-( disitu dihadapannya terungkap, bahwa saya
hanya melakukan chat dengan durasi terlama hanya dengan dia. Dan tidak
melakukannya ke orang lain. Dan ternyata dia melakukan hal yang serupa [-( dan
saya menceritakan apa yang saya rasakan setiap ketemu dia. Saya menceritakan
saat-saat dimana kami ketemu, dan apa yang saya rasa waktu ketemu dia. Dan
ternyata dia juga merasakan itu waktu ketemu dulu-dulunya. Sangat mengesalkan
memang. Seandainya saja dulu saya mempunyai sedikit keberanian, mungkin kami
bisa melakukan petualangan-petualangan ini lebih awal :D. Menyesalnya rasanya
udah ga tau sampe mana. Setiap saya mengungkapkan sebuah kenyataan , ternyata
dia juga mengungkapkan hal yang sama. Dan, sebaliknya [-(. Hokeh, 5 tahun itu
terasa terbuang percuma. Kami rugi 5 tahun [-( tapi ya sudahlah, saya anggap
itu sebuah proses untuk benar-benar meyakinkan diri. Sehingga di
pertemuan-pertemuan sekarang ini kami
sudah tau apa yang harus dilakukan. Dan melihat beberapa kondisi, saya harus
menanyakan sesuatu, menanyakan apakah dia akan berhenti dengan semua ini ? ato
tetap jalan? sekilas memang pertanyaan bodoh. Tapi saya merasa saya harus
menanyakannya untuk memastikannya. Dan teramat sangat lega saat dia bilang “ga
akan berenti” :”> . wahh, lega sekali mendengarnya , sepertinya cupid sudah
menggunakan senjata nuklir untuk menembak kami berdua, dan ia berhasil. Dan
selama perjalanan pulang pun diisi dengan tanya jawab seputar isi hati #halah.
Saya merasa seperti sedang diinterogasi. Sangat susah menjelaskan apa yang saya
alami ke dia, karena saya sama sekali tidak mempunyai bakat sebagai pembicara.
Interogasi terus berjalan. Saya memang tersangka, dan mengakui semuanya. Fakta-fakta
lainnya pun terungkap. Fakta-fakta yang makin bikin ga bisa nerima, ga bisa
nerima atas kekonyolan dan ketololan kami di waktu selama itu [-(.
Okehh,
semua sudah terjawab. semua pertanyaan beberapa tahun lalu dan beberapa bulan
lalu ini bener-bener sudah terjawab, sekarang tinggal menjalaninya. mulai saat
itu , rasanya benar-benar menjalani hidup. saya benar-benar menikmati waktu
yang saya lewati. terutama saat bersamanya. sangat tenang mengetahui bahwa
sebenarnya saya ga sendirian. dan saya yakin Tuhan dan alam memang mengatur
semuanya, mengatur bahwa ini adalah waktu yang terbaik untuk kami bertemu dan
mengungkapkan semuanya.
Malam tahun
baru pun sudah lewat. Sayangnya tidak ada yang spesial di malam tahun baru itu.
saya mengamen di café gayatri yang sepi pada malam itu, setelah itu, berjalan
sebentar, kemudian tidur. Kami memang tidak bertemu pada malamnya. Tapi di keesokan harinya kami memiliki
rencana lain. Sekali lagi, Kami akan keluar kota dengan tujuan mengulang
kesuksesan kunjungan kami ke jungkat beach beberapa waktu lalu. Akhirnya kami
tiba dan memasuki daaerah wisata itu dengan sedikit kaget. Yak, ternyata ramai
sekali pemirsa, diluar perkiraan. Sebelumnya saya melahirkan sebuah teori,
bahwa sepertinya pantai itu akan sangat sepi. Ternyata saya memang tidak bisa
menyaingi archimedes ato para pemikir lainnya. Beberapa gerombolan keluarga,
gank dan pasangan-pasangan telah memenuhi tempat itu. setelah menyikapi situasi
itu, saya dan dia melakukan pembicaraan 4 mata diatas bangunan dari kayu di
tepi danau, dengan diiringi lagu-lagu miliknya nike ardila yang makin
memperkuat pertimbangan kami untuk segera meninggalkan itu tempat. Akhirnya
kami sepakat meninggalkan tempat itu, dan melanjutkan perjalanan ke
MEMPAWAH!!!! Dia memang tidak pernah mengemudi sejauh itu. jadi ini adalah
sebuah terobosan baru dihidupnya J)
dengan perasaan saya yang sedikit tegang, akhirnya kami tiba di kota mempawah
dengan sukses :D . bravo!!! Sekali lagi
alam berkonspirasi untuk membuat kami melakukan hal gila ini. Kami pun mencari
pantai , dan ketemu. Dan kami bolak balik berjalan di atas bebatuan di cuaca yang
sangat panas. Kemudian minum di warung yang berada diatas laut. Sangat tenang.
Lagi-lagi saya mendapatkan barang bajakan. Entah kopisusu jenis apa yang di
kasi oleh ibu itu. kemudian dilanjutkan dengan sedikit membuat dokumentasi.
Berfoto diatas pemecah ombak. Tapi tidak banyak foto yang kami ambil disitu. Setelah
berjemur agak lama,, kami pun cabut dari situ. Disitulah titik terjauh kami
bertualang (untuk saat ini mungkin :D ), titik terjauh poe menyetir :D. Diperjalanan
yang berdurasi panjang itu, dia mengungkapkan apa yang udah terjadi di dia
waktu itu. yang jelas, kami mengalami nasib yang sama. Senasib dan
sependeritaan , yaitu organ liver kami mengambil alih fungsi otak. Yah, itu lah
hasil dari proses selama 5 tahun itu. sekarang kami menikmati hasilnya :D.
kemudian pada suatu malam , kami berencana
untuk membelah malam kecil-kecilan dengan tujuan mengunjungi sebuah pasar malam
di dekat jungkat :D. poe memarkirkan mobilnya diparkiran hotel santika, dan
sekitar pukul 1/2 7 malam saya menjemputnya di parkiran itu. dan kemudian kami
melalui jalur yang biasa dilewatin, yaitu jembatan tol 1 dan tol 2. kembali
tiba di siantan.dan kami meneruskan perjalanan melewati kota itu, menuju
jungkat. jalanan gelap , rada horor si. saat hampir tiba di tujuan, saya menurunkan
kecepatan, untuk menemukan pasar malam itu. tapi yang didapat adalah sebuah
pemandangan yang memilukan [-( alat-alat tersebut telah dikemas, dan terlihat
para pekerja pasar malam itu sedang duduk-duduk disitu. padahal sebelumnya saya
berhayal untuk bisa bersenang-senang melewati malam dengannya, di sebuah pasar
malam di lingkungan yang sangat asing. ternyata tidak sesuai harapan. cukup
mengecewakan. tapi tidak terlalu kecewa, karena yang penting dia masih di atas
jok motor saya :)) (najjjiss kamu desri
!! :D ). kami memutuskan untuk menuju jungkat sekalian. karena terlanjur udah
dekat. setiba disana, kami singgah di sebuah pertokoan, dan makan bakso di
situ. bunda, daku makan bakso dengannya di kota yang sama sekali belum pernah
kami singgahi untuk makan bakso :)) dan itu pada malam hari. sangat
menyenangkan. rasanya ingin pindah kesitu pada saat itu juga :D. dan setelah
selesai makan, kami pun berjalan menuju arah jungkat beach sambil berspekulasi,
jikalau tempat itu buka, maka kami akan berkunjung. dan ternyata tempat itu
sudah tutup. dan sangat gelap. tak perlu ada pertimbangan lain saat melihat
situasi seperti itu. saya memutar dan kembali berjalan menuju arah pontianak.
kami tiba di kota siantan, dan memutuskan untuk berhenti makan gorengan di sebuah
tempat yang pernah ia bicarakan sebelumnya. sebuah tempat dengan beberapa
bangku dan gerobak yang dijaga oleh 2 orang wanita. kalo dilihat dari jauh,
tempat itu sama sekali ga ada bagus-bagusnya. kami menduduki salah satu bangku
sambil makan beberapa buah pisang, bakwan dan udang yang sepertinya dilurusin
:D. disitu dia menyuruh saya untuk menggambar. dan saat itu juga saya berusaha
meyakinkan dia bahwa sudah beberapa tahun inii saya sudah tidak lagi pernah
menggambar dengan menggunakan tangan. saya kebingungan harus menggambar apa,
dan sepertinya terlebih karena faktor grogi :"> karena diliatin beliau
:">. Disitu kami juga tak lupa
melakukan sesuatu untuk melengkapi dokumentasi perjalanan hidup kami. berfoto
dengan sepiring kecil gorengan yang menjadi plugin. disitu banyak sekali bis
yang liwat. ingin sekali memberhentikan salah satunya, supaya kami dapat
menumpang, dan mencari tempat lebih tenang lagi :))
sangat
tentram sekali. selalu merasa sangat tentram kalo lagi sama dia. bersama si
poe. wanita pelanggan panic distro yang dulu pernah menghantui saya. entah
sekarang siapa yang menjadi hantu :D. perjalanan pun berakhir. saya
mengantarnya kembali ke parkiran hotel santika untuk mengambil mobil. malam itu
sungguh indah #halah :D sungguh sangat
berkesan. Namun sayang nya sangat singkat. Hanya tersedia waktu sekitar 3 jam.
Kami memang berhasil memaksimalkan 3 jam itu. tapi pada dasarnya, berapa jam
pun waktu yang tersedia untuk kami habiskan, saya rasa tidak akan pernah cukup
:D
Saya
pernah mencoba googling sebuah hormon. Dengan kata kunci yang saya kira cukup
spesifik waktu itu. tapi mungkin ada kesalahan dalam metode pencarian, saya
belum dapat menemukannya. Beberapa hari kemudian, melalui ym, dia menyuruh saya
untuk mencoba googling mengenai hormon “cartisole”. Sebelum pindah ke halaman
mozilla, saya katakan sesuatu ke dia, “err… poe jangan-jangan kita ternyata
mencari informasi hormon yang sama”. Saya pun memasukkan cartisole itu di
pencarian google. Ternyata apa yang saya perkirakan memang benar. Tapi saya
sudah tidak terlalu heran dengan kejadian itu semenjak terbongkarnya
fakta-fakta bahwa dulu kami beberapa kali merasakan hal yang sama dan dan
melakukan hal yang sama. [-( . nahh, kembali ke hormon. Hormon cartisole, yaitu
hormon yang membuat manusia mengalami rasa kangen. Mungkin di tubuh saya ini,
saya mendapat produksi cartisole dalam jumlah besar. Terlihat dari efeknya yang
ditimbulkan, dan apa yang saya rasa setiap harinya.
Pertemuan-pertemuan
berikutnya, kami memanfaatkan rumah adat, yang sering kami kunjungi di minggu
pagi. Sepertinya petani-petani disitu sudah mulai hafal dengan wajah pengunjung
yang ini. Di beberapa kali kunjungan, kami tidak pernah menemui pengunjung yang
sama untuk kedua kalinya. Tapi kami tidak perduli wahai bapak ibu petani. Dan
kami tidak akan menggerogoti padi kalian.
Kemudian
kami mulai merencanakan membelah malam jilid 3. seperti biasa , melalui
pertemuan di ym kami mulai merencanakan segala sesuatunya. dan tiba-tiba sebuah
tulisan darinya membuat saya terdiam. tulang-tulang rasanya agak malas
bergerak. sejenak beberapa bagian tubuh seperti mogok kerja. Alias lemes total.
dia menuliskan sesuatu yang berarti bahwa itu sepertinya bakalan jadi membelah
malam yang terakhir. rasanya saya ga bisa terima pernyataan itu. bukannya kaget
karena isinya. saya tau suatu saat ia akan menyampaikan hal seperti itu. tapi
yang bikin kaget adalah, akhirnya dia menyampaikan hal itu pada saat itu. saya
sangat tidak dalam keadaan siap untuk mengetahui hal itu. sebenarnya sampai
kapanpun saya tidak pernah akan siap.
tapi saya ingat kalau itu suatu saat pasti terjadi, dan tinggal menunggu
waktu. pikiran agak kacau. ga bisa bayangin ntar gimana, entah gimana rasanya
ngelewatin siantan tapi yang menemani malah wajah para lelaki malam yang notabene
temen-temen satu perguruan winy, atau harus melewati rumah adat suatu saat,
apalagi pagi-pagi. tapi sekali lagi, saya mengingatkan kalo itu bakal terjadi
suatu saat. setidaknya saya tau dimana saya meletakkan organ liver saya
:"> dan saya pun bertekad untuk membuat membelah malam kali ini harus
tetap berkesan.
Tapi beberapa saat menjelang waktu untuk
menjemputnya, rasanya agak berbeda. entah kenapa saya merasakan tidak terlalu
siap untuk melewati malam itu. akhirnya
saya bisa pastikan bahwa penyebabnya tidak lebih dari faktor fisik. yak,
beberapa aktivitas sebelumnya sepertinya agak menguras tenaga saya. dan bukan
karena pernyataannya yang mengejutkan itu ( tapi percayalah , saya tetap
menjalankannya dengan perasaan senang wahai poe. yakinlah itu!!! ). rute yang
kami lewati tetap seperti biasa. melewati tugu khatulistiwa beberapa puluh
meter, kemudian berbalik arah. agak bingung waktu itu kami harus kemana, dan
dia pun menyarankan untuk singgah di warnet. ga tau warnet yang mana. dan kami
pun tiba di salah satu warnet. dan kami duduk di depan komputer, berlantai
semen, sangat sempit, saking sempitnya, saya harus menaruh mouse di bawah
selangkangan. entah begaimana pemikiran si pemilik warnet. poe pun menunjukkan
website yang berisikan berbagai macam permainan. banyak permainan yang lucu.
tapi sial!!! faktor fisik yang kurang mendukung agak menganggu saya saat sedang
menikmati games itu. dan tempat yang
sangat tidak nyaman, ditambah dengan dia kebelet dan tidak ada wc yang
mendukung, kami terpaksa berpindah warnet. tenyata warnet disana pada penuh.
hanya warnet tadi yang sepertinya bisa disinggahi. tapi karena beberapa faktor
tadi, kami tidak kembali ke situ dan berjalan menuju kota pontianak. kami
mengunjungi sebuah warnet di jalan sungai raya dalam. warnet yang sangat sepi.
disitu kami menyaksikan beberapa trailer film.
dan saat-saat yang sangat saya benci pun tiba.
mata ini udah mulai berontak. pengen istirahat. dengan keadaan sangat terpaksa,
saya harus tidur. kamipun berganti posisi duduk. dia sibuk mengendalikan mouse,
browsing sana sini, dan,, tanpa mengetikkan sesuatu di keyboard. kenapa? karena
saya *ahem:"> tidur sambil memegang tangannya. errr... susah sekali
menggambarkan perasaan saat saya akan tertidur di kursi dengan memegang tangannya.
dan saat menulis ini, saya masih belum tau cara mengungkapkannya. rasanya ga
pengen dilepasin. tapi kepikiran si, gimana dia mo ngetik kalo tangannya ku
pegang terus?! tapi tetep aja saya pegang :)).
bener-bener, rasanya ga pengen ngelepasin tangannya. akhirnya saya pun
tertidur dengan terus menggenggam tangan kirinya. ternyata saat itu saya memang
merasa sangat capek dikarenakan beberapa kegiatan yang saya lakukan sebelum
membelah malam. kelalaian karena tidak menjaga kodisi tubuh dengan baik.
setelah terbangun saya masih memegang tangannya. nah, izinkan saya menjelaskan
sebuah kejadian kecil : saya terbangun dari tidur di suatu pagi, melihatnya di
samping saya, dan dengan keadaan tetap memegang tangannya. bahagia sekali bisa
terbangun dengan kondisi seperti itu.
Dan mau tak mau saya harus
melepaskan genggaman itu. karena kami harus cabut. Sambil menunggu waktu yang
tepat untuk mamasuki halaman rumah adat yang kami agung-agungkan itu, kami
berjalan perlahan menyusuri jl. A.yani 2. Sampai akhirnya tiba waktu untuk
memasuki garis finish. Sepertinya memang ada yang error rengan hari itu.
sepertinya memang benar-benar bukan hari yang tepat untuk membelah malam.rame
sekali disana. Seperti akan ada kegiatan. Tapi melihat keadaan seperti itu,
kami pun menyimpulkan bahwa itu bukan malam yang tepat. Saya pun berusaha
mengajukan proposal untuk segera dilakukannya membelah malam jilid 4 :D .
sepertinya ia menyetujuinya. Semoga saja itu bakal terjadi. Saya akan menunggu
untuk itu J.
Kesimpulannya,
setelah saya melakukan wawancara terhadap diri sendiri, saya tau apa yang saya
lakukan , apa yang saya rasakan. yang saya rasakan adalah :
saya-sangat-sayang-poe :”> . saya belum pernah melakukan hal-hal diatas
sebelumnya, kecuali dengan dia. Dan saya melakukannya karena memang ingin
melewatkan waktu sebisa mungkin dengan poe. Saya merasa benar-benar memanfaatkan waktu
yang ada di hidup saya untuk sesuatu yang berarti. melewati waktu bersama orang
yang benar-benar membuat saya nyaman. saya merasa senang, merasa tenang kalo
udah ada dia di belakang , di samping, didepan, di monitor, di hp, pokoknya
dimana saja lah :D , dan kejadian-kejadian diatas adalah akibat dari apa yang
saya rasakan itu.
Entah
bagaimana kelanjutannya nanti, saya tidak ingin menebak. Hanya berusaha
memanfaatkan waktu yang ada. Penyesalan atas kebodohan dan kepongahan saya
selama 4 tahun itu sudah cukup. Itu sudah menjadi pelajaran bagi Saya. dan saya
tidak ingin menyesal seumur hidup. Saya sering merasa ini waktu yang tidak
tepat untuk saya bisa dekat dengan anda, tapi mungkin alam sudah berlaku seadil
mungkin, dan memilihkan kita waktu yang paling tepat. ikuti kemana organ liver
ini menunjukkan arah. Ikuti saja. dan saya akan mencoba untuk jujur, saya tidak
dapat menguraikan kata-kata dengan baik nona, tapi saya berusaha mempertegas
segala sesuatunya dengan menjiplak dua kata dari anda saat di rumah adat, yaitu
= “premiere love”.
-sekian-
The point is, to have such a relationships, you gotta love and lost each other for years, admiring each other in silence, then meet again by the time one of you is engaged and another one is hooked, and then you gotta really fight for your love and relationships.
That would be my answer if I got any similar question again. :b